Paris Saint-Germain (PSG) Kembali Raih Juara Ligue 1: Catatan Sejarah yang Mengesankan

SweetNews – Paris Saint- Germain( PSG), raksasa sepak bola Prancis, sekali lagi memperingati momen kemenangan yang tidak terlupakan. Pada bertepatan pada 12 Mei 2024, di stadion Parc des Princes, Paris, mereka mengangkut trofi juara Ligue 1 buat yang ke- 12 kalinya dalam sejarah klub ini. Prestasi tersebut pula menandai gelar ketiga secara beruntun semenjak masa 2021/ 2022.

Dominasi Tanpa Tandingan: PSG Mencapai Gelar Juara Ligue 1 ke- 12

Ligue 1, kompetisi sepak bola sangat bergengsi di Prancis, kembali melihat dominasi PSG yang tidak tertandingi. Regu ini sudah lama jadi panutan untuk klub- klub sepak bola di segala dunia, serta pencapaian mereka kali ini cuma menegaskan posisi elit mereka dalam kancah sepak bola internasional.

Kemenangan ini tidaklah perihal yang asing untuk PSG. Dengan koleksi 12 trofi juara Ligue 1, mereka meyakinkan dominasi yang tidak berubah- ubah dalam kompetisi dalam negeri mereka. Serta yang membuat prestasi ini terus menjadi mengesankan merupakan kenyataan kalau ini ialah gelar ketiga secara beruntun untuk klub ini. Konsistensi yang luar biasa ini menampilkan komitmen serta mutu yang dipunyai oleh regu PSG di dasar kepemimpinan yang kuat.

Acara Perayaan Meriah di Parc des Princes

Acara perayaan yang meriah juga terjalin di Parc des Princes sehabis kemenangan mereka atas Toulouse. Suporter yang histeris, bendera berkibar, serta sorakan kegembiraan penuhi stadion, menghasilkan momen yang menggetarkan untuk para penggemar sepak bola di segala dunia. Untuk PSG, momen ini bukan cuma tentang memperingati gelar, namun pula tentang menghargai pengabdian serta kerja keras para pemain, pelatih, serta staf klub.

Kesuksesan PSG tidak cuma membagikan kebanggaan untuk para penggemar setia mereka, namun pula menetapkan standar baru dalam dunia sepak bola. Mereka sudah meyakinkan kalau dengan disiplin, kerja keras, serta visi yang jelas, mimpi besar bisa diwujudkan. PSG bukan cuma semata- mata klub sepak bola; mereka merupakan simbol tekad serta keunggulan.

Selaku para penggemar sepak bola, kita tidak dapat tidak mengakui kehebatan PSG. Mereka sudah jadi inspirasi untuk banyak orang, baik di dalam ataupun di luar lapangan. Serta dengan pencapaian mereka yang gemilang ini, mereka sekali lagi meyakinkan kalau mereka layak memperoleh tempat di puncak sepak bola dunia.

Selamat kepada Paris Saint- Germain atas pencapaian luar biasa ini. Mudah- mudahan kejayaan mereka terus bersinambung serta membagikan inspirasi untuk generasi mendatang. PSG bukan cuma juara Ligue 1, mereka merupakan legenda yang hidup dalam sejarah sepak bola.(*).

Atalanta Vs Roma: Tren Buruk Giallorossi Berlanjut

SweetNews – Tren kurang baik AS Roma bersinambung dikala melawan Atalanta. Giallorossi kalah dengan skor 1- 2 di kandang lawan.

Bertandang ke Gewiss Stadium, Bergamo, Senin( 13/ 5/ 2024) dini hari Wib, Roma tertinggal semenjak babak awal. 2 berhasil bersarang ke gawang anak asuh Daniele De Rossi.

Di menit ke- 18, Charles De Ketelaere bawa tuan rumah mengetuai 1- 0. Pemain Belgia itu dapat menggunakan umpan Gianluca Scamacca jadi berhasil.

2 menit berselang, De Ketelaere menggandakan skor. Kali ini, dia dapat meneruskan umpan Teun Koopmeiners jadi berhasil. Skor 2- 0 bertahan sampai sela waktu.

Di babak kedua, Roma pernah memperkecil skor atas Atalanta. Penalti didapat regu tamu, serta dapat dikonversi Lorenzo Pellegrini jadi berhasil.

Tidak terdapat berhasil lagi dapat dicetak Roma di sisa laga. Kekalahan 1- 2 bertahan sampai laga bubar.

Kekalahan dari Atalanta memerpanjang tren kurang baik situs slot gacor Roma belum lama ini. Regu Bunda Kota belum menang di 5 laga terakhir, dengan catatan 2 kali tumbang serta 3 kali imbang.

Roma saat ini tertahan di peringkat 6 klasemen Liga Italia dengan 60 poin dari 36 laga. Serigala Bunda Kota saat ini di dasar Atalanta, yang menghuni posisi 5 dengan 63 poin dari 36 laga.

Lapisan Pemain

Atalanta: Marco Carnesecchi; Marten De Roon, Isak Hien, Berat Djimsiti; Hans Hateboer, Mario Pasalic( Giorgio Scalvini 75), Ederson( Aleksey Miranchuk 88), Matteo Ruggeri( Davide Zappacosta 58); Teun Koopmeiners, Charles De Ketelaere( Ademola Lookman 58); Gianluca Scamacca( El Bilal Toure 58).

AS Roma: Mile Svilar; Rasmus Kristensen( Joao Costa 86), Evan Ndicka, Gianluca Mancini, Angelino; Bryan Cristante( Sardar Azmoun 86), Leandro Paredes( Edoardo Bove 46); Lorenzo Pellegrini, Tommaso Baldanzi( Tammy Abraham 46), Stephan El Shaarawy; Romelu Lukaku.